Perkenalkan KamiKami
Kata kami : “belajar matematika ” why not ?
Kami adalah kumpulan orang ,,,,,,
baru belajar bikin blog ini…yahh,,,biar tidak dibilang GO Blog..ni ma temen – temen di kampus ya skalian juga dapet tugas dari dosen tercinta..Mr W… ^we are The Unmas Crew People^ “Odt,Wck,Rsm,Dwk,Ard ” Tau ga baca title diatas “belajar matematika ” why not ? pasti orang -orang dah kira ….pih pasti ni anak – anak pinter banget…klo kalian punya pikiran begitu artinya kalian salah besar..,kemampuan kami pas – pasan banget…baru kami kuliah nyari matematika orang2 di kampus dah eran..Hari gini nyari matematika,,,uh ga banget deh…apa untungnya juga cuma bikin pala jadi pusing n bisa2 botak deh ntar….
yahh bae de wae bas wae
sudahlah….kami hanya ingin sekedar mencari ilmu untuk tabungan masa depan aja….bukan begitu,,,ntahlah tu ilmu sker sulit susah …klo orang awam bilang yang penting skolah dulu ..ntar giman2 kan jalanin aja dulu,,, tapi so far ( cie sok ber english ) kami baik aja koq kepala kami masih banyak koq isi rambut ..( haa..alah ) malah nambah n menjalar lagi ke yang lain ( maksud ?)
matematika ternyata ga sesulit n mengerikan yang dibilang orang2 terutama adek – adek SD kita..”mama mama ajarin dunk,,,suker banget ni..” ternyata klo kita ada niat n usaha keras matematika tu gampang n mengasyikkan banget ( ga sok ni ) beneran koq coba de klo kita bisa jawab satu soal yang kayaknya suker..pih rasanya ga ketulungan “puas Boo “” anggap aja kita gi maen PS tu bis game di level 1 lanjut ke level 2 lanjut trus mpe semua level kita bisa lewatin…pernah liat anak kecil kan mpe loncat – loncat kegirangan abis maen game…..same like this lah…
matematika juga gitu koq pertama aja gampang 1 + 1 = 2 lanjut 2 x 2 = 4 ampe sin 45 + log 36 + 2xy….yang mpe jelimet ..klo kita ikutin langkah demi langkah pasti bisa seperti kata dosen saya Mr Dj*** ” wong ini sederhana banget koq you pelajari aja dalil dalilnya ” he he
Tau ga sebernarnya salah satu alasan pertama kami masuk matematika adalah kami tidak suka menghafal..yup!!!! this is my reason : ) yah walo di matematika juga ada hafal – hafal tapi kan cuma dikit paling rumus pahami konsep udah dah klo ilmu lain kan ampe titik komanya …hekhekk
coba ada pertanyaan sebutkan kota – kota di kalimantan timur ? berapa luas persegi jika sisinya diketahui 6 cm ?
Dengan sangat yakin saya katakan pasti lebih banyak yang bisa jawab pertanyaan no2 : ) ini fakta,,,,,so matematika ga sesulit yang kita bayangkan jangan biarkan fenomena itu semakin merasuki pikiran kita…jadi mari katakan sama – sama dengan keras dan lantang tu tu yang dibelangkan juga ikut ya ” BELAJAR MATEMATIKA ” WHY NOT ?
Memuja Ida Sang Hyang Widhi
Setiap orang ingin mendekatkan diri pada Tuhan. Ada yang mendekatkan diri dengan Karma Marga ada yang dengan Jnana Marga dan ada pula dengan Bhakti Marga. Bentuk pelaksanaan mendekatkan diri tersebut ialah dengan memuja Tuhan. Pemujaan itu ada yang dilaksanakan dalam bentuk material ada dalam bentuk kata-kata dan ada dalam bentuk pikiran.
Pemujaan dalam bentuk material ialah berupa persembahan banten yang memerlukan kerja phisik dalam mewujudkan sedangkan pemujaan dalam bentuk kata-kata berupa nyanyian-nyanyian pujaan dan dengan pikiran adalah dalam wujud meditasi.
Kenyataannya dalam pelaksanaan ketiga jenis bentuk pemujaan itu saling isi mengisi. Misalnya dalam sembahyang kita mempergunakan nyanyian pujaan, upakara dalam bentuk banten dan pemusatan pikiran.
Seperti kita pelajari dari Nasadya Sukta, Tuhan adalah impersonal, yaitu tiada berpribadi. Ia luput dari sifat-sifat sehingga Ia adalah bukan ini dan itu. Tetapi sepanjang nama dan sifat dilekatkan pada-Nya maka Ia personal, berpribadi. Demikianlah Varuna, Mitra, Indra dalam Veda, Brahma, Visnu, Siwa dalam Purana adalah Tuhan yang personal. Ia dipuja sebagai ista devata, dewata yang dimohon kehadirannya pada waktu pemujaNya memujaNya.
Dalam Bhagawadgita Sri Krsna menyatakan bahwa memuja Tuhan yang mutlak dan yang tanpa pribadi tidak mudah. Karena itu kita dapati pemujaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang pemuja-Nya dengan penuh bakti dan memandang Ia sebagai tempat terakhir yang dituju.
Pemujaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dengan banyak cara. Salah satu di antaranya ialah dengan bersembahyang tiap hari. Kita yang beragama Hindu bersembahyang tiga kali sehari, pagi, siang dan malam hari. Sembahyang demikian disebut sembahyang Trisandhya. Mantram yang dipakaipun disebut mantram Trisandhya.
Mantram ini ditulis dalam bahasa Sansekerta, bahasa orang Hindu jaman dahulu. Kita boleh bersembahyang dengan duduk bersila, duduk bersimpuh atau berdiri tegak sesuai dengan tempat yang tersedia. Sikap duduk bersila disebut padmasana. Sikap duduk bersimpuh disebut bajrasana dan yang berdiri disebut padasana.
Setelah sikap badan itu baik, dilanjutkan dengan pranayama. Pranayama artinya mengatur jalannya nafas. Gunanya: untuk menenangkan pikiran dan mendiamkan badan mengikuti jalannya pikiran, bila pikiran dan badan sudah tenang maka barulah mulai bersembahyang.
Sikap tangan waktu bersernbahyang disebut sikap amusti. Mata memandang ujung hidung dan pikiran ditujukan kepada Sanghyang Widhi. Dalam keadaan seperti itu, sabda, bayu, idep harus dalam keadaan seimbang.
Sebelum mengucapkan mantram, kedua tangan kita bersihkan dengan mantram demikian:
Tangan kanan:
| Mantranya | Artinya |
| Om suddha mam svaha | Om bersihkanlah hamba |
Tangan kiri:
| Mantranya | Artinya |
| Om ati suddha mam svaha | Om lebih bersihkanlah hamba |
Mantram Trisandhya
| 1 | Om bhur bhuvah svah tat savitur varenyam bhargo devasya dhimahi dhiyo yo nah pracodayat |
Om adalah bhur bhuvah svah Kita memusatkan pikiran pada kecemerlangan dan kemuliaan Sanghyang Widhi, Semoga Ia berikan semangat pikiran kita |
| 2 | Om Narayana evedwam sarvam yad bhutam yac ca bhavyam niskalanko niranjano nirvikalpo nirakhyatah suddho deva eko narayana na dvitiyo asti kascit. |
Om Narayana adalah semua ini apa yang telah ada dan apa yang akan ada, bebas dari noda, bebas dari kotoran, bebas dari perubahan tak dapat digambarkan, sucilah dewa narayana, Ia hanya satu tidak ada yang kedua |
| 3 | Om tvam siwah tvam mahadevah Iswarah paramesvarah brahma visnusca rudrasca purusah parikirtitah |
Om Engkau dipanggil Siwa, Mahadewa, Iswara, Parameswara, Brahma, Wisnu, Rudra, dan Purusa |
| 4 | Om papo’ham papakarmaham papatma papasambhavah trahi mam pundarikaksa sabahyabhyantarah sucih |
Om hamba ini papa, perbuatan hamba papa, diri hamba papa, kelahiran hamba papa, lindungilah hamba Sanghyang Widhi, sucikanlan jiwa dan raga hamba |
| 5 | Om ksamasva mam mahadeva sarvaprani hitankara mam moca sarva papebhyah palayasva sada siva |
Om ampunilah hamba Sanghyang Widhi, yang memberikan keselamatan kepada semua makhluk, bebaskanlah hamba dari segala dosa, lindungilah oh Sang Hyang Widhi |
| 6 | Om ksantavyah kayiko dosah ksantavyo. vaciko mama ksantavyo manaso dosah tat pramadat ksamasva mam |
Om ampunilah dosa anggota badan hamba, ampunilah dosa perkataan hamba, ampunilah dosa pikiran hamba, ampunilah hamba dari kelalaian hamba. |
| Om Santih, Santih, Santih Om. | Om. damai. damai, damai, Om. |
Makna Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan (Budha Kliwon Dungulan)
Sejarah Hari Raya Galungan masih merupakan misteri. Dengan mempelajari pustaka-pustaka, di antaranya Panji Amalat Rasmi (Jaman Jenggala) pada abad ke XI di Jawa Timur, Galungan itu sudah dirayakan. Dalam Pararaton jaman akhir kerajaan Majapahit pada abad ke XVI, perayaan semacam ini juga sudah diadakan.
Menurut arti bahasa, Galungan itu berarti peperangan. Dalam bahasa Sunda terdapat kata Galungan yang berarti berperang.
Parisadha Hindu Dharma menyimpulkan, bahwa upacara Galungan mempunyai arti Pawedalan Jagat atau Oton Gumi. Tidak berarti bahwa Gumi/ Jagad ini lahir pada hari Budha Keliwon Dungulan. Melainkan hari itulah yang ditetapkan agar umat Hindu di Bali menghaturkan maha suksemaning idepnya ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi atas terciptanya dunia serta segala isinya. Pada hari itulah umat angayubagia, bersyukur atas karunia Ida Sanghyang Widhi Wasa yang telah berkenan menciptakan segala-galanya di dunia ini.
Ngaturang maha suksmaning idép, angayubagia adalah suatu pertanda jiwa yang sadar akan Kinasihan, tahu akan hutang budi.
Yang terpenting, dalam pelaksanaan upakara pada hari-hari raya itu adalah sikap batin. Mengenai bebanten tidak kami tuliskan secara lengkap dan terinci. Hanya ditulis yang pokok-pokok saja menurut apa yang umum dilakukan oleh umat. Namun sekali lagi, yang terpenting adalah kesungguhan niat dalam batin.
Dalam rangkaian peringatan Galungan, pustaka-pustaka mengajarkan bahwa sejak Redite Pahing Dungulan kita didatangi oleh Kala-tiganing Galungan. Sang Kala Tiga ialah Sang Bhuta Galungan, Sang Bhuta Dungulan dan Sang Bhuta Amangkurat. Disebutkan dalam pustaka-pustaka itu: mereka adalah simbul angkara (keletehan). Jadi dalam hal ini umat berperang, bukanlah melawan musuh berbentuk fisik, tetapi kala keletehan dan adharma. Berjuang, berperang antara dharma untuk mengalahkan adharma. Menilik nama-nama itu, dapatlah kiranya diartikan sebagai berikut:
-
Hari pertama = Sang Bhuta Galungan.
Galungan berarti berperang/ bertempur. Berdasarkan ini, boleh kita artikan bahwa pada hari Redite Pahing Dungulan kita baru kedatangan bhuta (kala) yang menyerang (kita baru sekedar diserang). -
Hari kedua = Sang Bhuta Dungulan.
Ia mengunjungi kita pada hari Soma Pon Dungulan keesokan harinya. Kata Dungulan berarti menundukkan/ mengalahkan. - Hari ketiga = Sang Bhuta Amangkurat
Hari Anggara Wage Dungulan kita dijelang oleh Sang Bhuta Amangkurat. Amangkurat sama dengan menguasai dunia. Dimaksudkan menguasai dunia besar (Bhuwana Agung), dan dunia kecil ialah badan kita sendiri (Bhuwana Alit).
Pendeknya, mula-mula kita diserang, kemudian ditundukkan, dan akhirnya dikuasai. Ini yang akan terjadi, keletehan benar-benar akan menguasai kita, bila kita pasif saja kepada serangan-serangan itu. Dalam hubungan inilah Sundari-Gama mengajarkan agar pada hari-hari ini umat den prayitna anjekung jnana nirmala, lamakane den kasurupan. Hendaklah umat meneguhkan hati agar jangan sampai terpengaruh oleh bhuta-bhuta (keletehan-keletehan) hati tersebut. Inilah hakikat Abhya-Kala (mabiakala) dan metetebasan yang dilakukan pada hari Penampahan itu.
Menurut Pustaka (lontar) Djayakasunu, pada hari Galungan itu Ida Sanghyang Widhi menurunkan anugrah berupa kekuatan iman, dan kesucian batin untuk memenangkan dharma melawan adharma. Menghilangkan keletehan dari hati kita masing-masing. Memperhatikan makna Hari Raya Galungan itu, maka patutlah pada waktu-waktu itu, umat bergembira dan bersuka ria. Gembira dengan penuh rasa Parama Suksma, rasa terimakasih, atas anugrah Hyang Widhi. Gembira atas anugrah tersebut, gembira pula karena Bhatara-bhatara, jiwa suci leluhur, sejak dari sugi manek turun dan berada di tengah-tengah pratisentana sampai dengan Kuningan.
Penjor terpancang di muka rumah dengan megah dan indahnya. Ia adalah lambang pengayat ke Gunung Agung, penghormatan ke hadirat Ida Sanghyang Widhi. Janganlah penjor itu dibuat hanya sebagai hiasan semata-mata. Lebih-lebih pada hari raya Galungan, karena penjor adalah suatu lambang yang penuh arti. Pada penjor digantungkan hasil-hasil pertanian seperti: padi, jagung, kelapa, jajanan dan lain-lain, juga barang-barang sandang (secarik kain) dan uang. Ini mempunyai arti: Penggugah hati umat, sebagai momentum untuk membangunkan rasa pada manusia, bahwa segala yang pokok bagi hidupnya adalah anugrah Hyang Widhi. Semua yang kita pergunakan adalah karuniaNya, yang dilimpahkannya kepada kita semua karena cinta kasihNya. Marilah kita bersama hangayu bagia, menghaturkan rasa Parama suksma.
Kita bergembira dan bersukacita menerima anugrah-anugrah itu, baik yang berupa material yang diperlukan bagi kehidupan, maupun yang dilimpahkan berupa kekuatan iman dan kesucian batin. Dalam mewujudkan kegembiraan itu janganlah dibiasakan cara-cara yang keluar dan menyimpang dari kegembiraan yang berdasarkan jiwa keagamaan. Mewujudkan kegembiraan dengan judi, mabuk, atau pengumbaran indria dilarang agama. Bergembiralah dalam batas-batas kesusilaan (kesusilaan sosial dan kesusilaan agama) misalnya mengadakan pertunjukkan kesenian, malam sastra, mapepawosan, olahraga dan lain-lainnya. Hendaklah kita berani merombak kesalahan-kesalahan/ kekeliruan-kekeliruan drsta lama yang nyata-nyata tidak sesuai atau bertentangan dengan ajaran susila. Agama disesuaikan dengan desa, kala dan patra. Selanjutnya oleh umat Hindu di Bali dilakukan persernbahyangan bersama-sama ke semua tempat persembahyangan, misalnya: di sanggah/ pemerajan, di pura-pura seperti pura-pura Kahyangan Tiga dan lain-lainnya. Sedangkan oleh para spiritualis, Hari Raya Galungan ini dirayakan dengan dharana, dyana dan yoga semadhi.
Persembahan dihaturkan ke hadapan Ida Sanghyang Widhi dan kepada semua dewa-dewa dan dilakukan di sanggah parhyangan, di atas tempat tidur, di halaman, di lumbung, di dapur, di tugu (tumbal), di bangunan-bangunan rumah dan lain-lain.
Seterusnya di Kahyangan Tiga, di Pengulun Setra (Prajapati), kepada Dewi Laut (Samudera) Dewa Hutan (Wana Giri) di perabot-perabot / alat-alat rumah tangga dan sebagainya.
Widhi-widhananya untuk di Sanggah/ parhyangan ialah: Tumpeng penyajaan, wewakulan, canang raka, sedah woh, penek ajuman, kernbang payas serta wangi-wangian dan pesucian. Untuk di persembahyangan (piasan) dihaturkan tumpeng pengambean, jerimpen, pajegan serta dengan pelengkapnya. Lauk pauknya sesate babi dan daging goreng, daging itik atau ayarn, dibuat rawon dan sebagainya. Sesudah selesai menghaturkan upacara dan upakara tersebut kemudian kita menghaturkan segehan tandingan sebagaimana biasanya, untuk pelaba-pelaba kepada Sang Para Bhuta Galungan, sehingga karena gembiranya mereka lupa dengan kewajiban- kewajibannya mengganggu dan menggoda ketentraman batin manusia.
Demikianlah hendaknya Hari Raya Galungan berlaku dengan aman dan diliputi oleh suasana suci hening, mengsyukuri limpahan kemurahan Ida Sanghyang Widhi untuk keselamatan manusia dan seisi dunia. Pada hari Saniscara Keliwon Wuku Kuningan (hari raya atau Tumpek Kuningan), Ida Sanghyang Widhi para Dewa dan Pitara-pitara turun lagi ke dunia untuk melimpahkan karuniaNya berupa kebutuhan pokok tersebut.
Pada hari itu dibuat nasi kuning, lambang kemakmuran dan dihaturkan sesajen-sesajen sebagai tanda terimakasih dan suksmaning idep kita sebagai manusia (umat) menerima anugrah dari Hyang Widhi berupa bahan-bahan sandang dan pangan yang semuanya itu dilimpahkan oleh beliau kepada umatNya atas dasar cinta-kasihnya. Di dalam tebog atau selanggi yang berisi nasi kuning tersebut dipancangkan sebuah wayang-wayangan (malaekat) yang melimpahkan anugrah kemakmuran kepada kita semua.
Demikian secara singkat keterangan-keterangan dalam merayakan hari Raya Galungan dan Kuningan dalam pelaksanaan dari segi batin.
Kesimpulan:
-
Dalam menyambut dan merayakan hari-hari raya itu, bergembiralah atas anugrah Hyang Widhi dalam batas-batas kesusilaan agama dan keprihatinan bangsa.
-
Terangkan hati, agar menjadi Çura, Dira dan Deraka (berani, kokoh dan kuat), dalam menghadapi hidup di dunia.
-
Hemat dan sederhanalah dalam mempergunakan biaya.
- Terakhir dan bahkan yang terpenting ialah mohon anugrah Hyang Widhi dengan ketulusan hati.
Om, sampurna ya nama swaha.
Om, sukham bhawantu.
Buat para cewek ni dari cowok
Yang selalu kita dengar adalah Girls Rulez, kini saatnya kami para cowok2 mengungkapkan isi hati kami.
Ini adalah cerita dari sisi kita, Kaum Cowok!! Kaum adam!! Aturan kita!!
Untuk para cewek2…
-
Tidak Semua cowok seperti Dedy Cobuzer. Jadi jangan harap kami bisa membaca isi pikiranmu disaat kamu manyun tanpa suara. Apa susahnya sih bilang : “Aku Laper, Aku minta dibeliin pakaian, Tolong Rayu Aku…!!”
-
Hari Minggu itu waktunya istirahat setelah 6 hari bekerja, jadi jangan harap kami mau menemani seharian jalan2 ke mall.
-
Berbelanja BUKAN olahraga. Dan kami gak akan berpikir ke arah situ. Bagi kami belanja ya belanja, kalau sudah pas ya beli saja, perbedaan harga toko A dan B cuma 1,000 perak jadi nggak usah keliling kota untuk cari yang paling murah, buang2 bensin aja.
-
Menangis merupakan suatu pemerasan.Lebih baik kami mendengar suara petir, guntur , bom meledak daripada suara tangisanmu yang membuat kami tidak bisa berbuat apa2.
-
Tanya apa yang kamu mau. Cobalah untuk sepaham tentang hal ini.Sindiran halus tidak akan dimengerti.Sindiran kasar tak akan dimengerti Terang2an menyindir juga kita gak ngerti!Ngomong langsung kenapa!?
-
Ya dan Tidak adalah jawaban yang paling dapat diterima hampir semua pertanyaan. It’s Simple.!!
-
Cerita ke kami kalo mau masalah kamu diselesaikan. Karena itu yang kami lakukan. Pengen dapet simpati doang sih, cerita aja ke temen2 cewekmu.
-
Sakit kepala selama 17 bulan adalah penyakit. Pergi ke dokter sana !
-
Semua yang kami katakan 6 bulan lalu gak bisa dipertimbangkan dalam suatu argumen. Sebenernya, semua komentar jadi gak berlaku dan batal setelah 7 hari. Janji kami untuk menyebrangi lautan dan mendaki gunung itu hanyalah klise, jangan dianggap serius.
-
Kalo kamu gak mau pake baju kayak model2 pakaian dalam, jangan harap kita seperti artis sinetron dong.
-
Kalo kamu pikir kamu gendut, mungkin aja. Jangan tanya kami dong. Cermin lebih jujur daripada Lelaki.
-
Kamu boleh meminta kami untuk melakukan sesuatu atau menyuruh kami menyelesaikannya dengan cara kamu. Tapi jangan dua2nya dong. Kalo kamu pikir bisa melakukannya lebih baik, kerjain aja sendiri.
-
Kalau bisa, ngomongin apa yang harus kamu omongin pas iklan aja. Ingat, jangan sekali2 ngomong apalagi pas saat tendangan penalti. —- ini
bener nih hehe… -
Kami bukan anak kecil lagi, jadi tak perlu mengingatkan jangan lupa makan, selamat tidur, dll. Menurut kami itu hanyalah pemborosan pulsa saja.
-
Kalo gatel kan bisa digaruk sendiri. Kami juga kok.
-
Kalo kami nanya ada apa dan kamu jawab gak ada apa2, kami akan berpikir memang gak ada apa2. Ingat, seperti no.1 kami bukanlah pembaca pikiran. Ngomong baby…ngomong. …!!
-
Kalo kita berdua harus pergi ke suatu tempat, pakaian apapun yang kamu pakai, pantes aja kok. Bener. Jadi tidak ada alasan gak mau pergi ke pesta karena tidak ada baju. — ini juga bener hehe…
-
Jangan tanya apa yang kami pikir tentang sesuatu kecuali kamu memang mau diskusi tentang bola, game, billyard, memancing atau mungkin juga ttg teknik mereparasi mobil.
-
Kami malas berdebat secara hati dan perasaan, ingat!! kami hanya pakai logika.
-
Terima kasih sudah mau baca ini. Iya, aku akan tidur di sofa nanti malam.
Racun untuk hidup
Seorang pria mendatangi Sang Master, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”
Sang Master tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tidak Master, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Master meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”
Sang Murshid, sang guru memang benar. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.
Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam hal berumah-tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah.
Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.
“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian sang Master.
“Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang guru.
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Master yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Master edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget!
Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masiih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Sang istri pun merasa aneh sekali, “Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang.”
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung.
“Hari ini, Boss kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kengangan manis!
Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda.
Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”
Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Pi, maafkan kami semua. Selama ini, Papi selalu stres karena perilaku kami.
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi.
“Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!
Si Babi dan Si Sapi
“Mengapa,” tanya seorang kaya kepada pengkotbahnya, “orang-orang menyebut saya pelit walau semua orang tahu jika saya meninggal saya meninggalkan semuanya ke gereja?”
“Akan saya ceritakan sebuah dongeng tentang babi dan sapi, “kata si pengkotbah.
“Babi kurang disukai sementara sapi dicintai. Ini membingungkan si babi. ‘Orang-orang bicara dengan hangatnya mengenai dirimu,’ kata babi kepada sapi. ‘Mereka berpikir kau pemurah karena setiap hari kau memberi mereka susu dan lemak. Tetapi bagaimana dengan aku? Aku memberikan mereka semua yang kumiliki. Aku memberikan dagingku. Aku menyediakan buluku untuk sikat. Mereka bahkan mengolah kakiku! Tapi tetap saja tidak ada yang menyukaiku. Kenapa demikian?’ Tahukah kamu apa yang dijawab si sapi?” Tanya sang pengkotbah. “Sapi berkata, ‘Mungkin itu semua karena aku memberikannya semasa aku masih hidup.’”
jawaban hidup
Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri
paman Sam kembali ke tanah air.
Sesampainya dirumah ia meminta kepada
orang
tuanya untuk mencari seorang Guru agama,
pendeta atau siapapun yang bisa menjawab 3
pertanyaannya. Akhirnya Orang tua pemuda itu
mendapatkan orang tersebut.
pemuda: Anda siapa? Dan apakah bisa
menjawab
pertanyaan-pertanyaan saya?
Pendeta : Saya hamba Allah dan dengan izin-
Nya
saya akan menjawab pertanyaan anda
Pemuda : Anda yakin? Sedang Profesor dan
banyak orang pintar saja tidak mampu
menjawab
pertanyaan saya.
Pendeta : Saya akan mencoba sejauh
kemampuan saya
Pemuda : Saya punya 3 buah pertanyaan.
1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan
wujud
Tuhan kepada saya.
2. Apakah yang dinamakan Takdir?
3. Kalau setan diciptakan dari api kenapa
dimasukan ke neraka yang dibuat dari api,
tentu tidak menyakitkan buat setan sebab mereka
memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak
pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba Pendeta tersebut menampar pipi si
Pemuda dengan keras.
Pemuda (sambil menahan sakit): Kenapa anda
marah kepada saya?
Pendeta : Saya tidak marah…Tamparan itu
adalah jawaban saya atas 3 buah pertanyaan yang
anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak
mengerti…
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit
Pendeta : Jadi anda percaya bahwa sakit itu
ada?
Pemuda : Ya
Pendeta : Tunjukan pada saya wujud sakit itu !
Pemuda : Saya tidak bisa
Pendeta : Itulah jawaban pertanyaan pertama,
kita
semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa
mampu melihat wujudnya.
Pendeta : Apakah tadi malam anda bermimpi
akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Apakah pernah terpikir oleh anda akan
menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak
Pendeta : Itulah yang dinamakan Takdir
Pendeta : Terbuat dari apa tangan yang saya
gunakan untuk menampar anda ?
Pemuda : kulit
Pendeta : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : kulit
Pendeta : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : sakit..
Pendeta : Walaupun Setan terbuat dari api dan
Neraka terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak
maka Neraka akan Menjadi tempat menyakitkan
untuk setan.
minggu yang melelahkan
ughhh…stresss stresss… *_^
minggu – minggu ini di kampus kami banyak banget ada kegiatan…mulai dari musyawarah anggota HMPS lah…rapat gini gitu lah,,,nih dosen ngasi tugasnya ga ketulungan lagi…dari kami banyak yang jadi panitia musyawah anggota lagi…jadi tambah sibuk dah….
tugas – tugas dari dosen ga ada yang sedikit lagi…mulai tugas jawab soal – soal yang ada di diktat , buat RPP , buat web ( untung udah lese semuanya ) , ni tugas yang paling suker buat proposal penelitian….kebayang ga gimana kami harus neliti dulu biz tu buat laporannya,,,,,uhhhh
dapet sih liburan ntar buat rayain Galungan dan Kuningan tapi tau ga…Ujian Akhir udah menunggu..gimana mau enak liburannya !!!! yang jadi tambah beban deh…
tapi malas ah,,,ngapai juga dikipirin biarain aja dah ngalir ntar klo dpikirin trus stres bneran lagi…
Doakan ya..semoga hari – hari ini cepat berlalu….Semoga dapat dilewati dengan lancar
tugas ujian tugas ujian tugas ujian#$&$&&U%*I(**&(*%^$ 50 + 50 cepekk deh!!!




